RSS

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

26 Oct

A.PENDAHULUAN

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat,mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial,ekonomi,politik,kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut,maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.

Berbeda dengan makhluk lain,manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok bahasan ini,akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk,perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata-pranata sebagai akibat perkembangan kebudayaaan.

B.PERTUMBUHAN PENDUDUK

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan dunia.

Di samping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan masalah-masalah. Misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran,semakin meningkatnya tingkat kemiskinan , banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya berbagai kejahatan atau kriminalitas lain.

adapun perkembangan jumlah penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai sekarang dan perkiraan sampai tahun 2006 adalah sebagai berikut :

Perkembangan Penduduk Dunia Tahun 1830-2006

Tahun Jumlah Penduduk Perkembangan Per-tahun
1830 1 milyard –
1930 2 milyard 1%
1960 3 milyard 1,7%
1975 4 milyard 2,2%
1987 5 milyard 2%
1996 6 milyard 2%
2006 7 milyard 2%

kalau dilihat dari table di atas pertumbuhan penduduk makin cepat. Penggadaan penduduk (double population) jangka waktunya makin singkat. Bertambah cepatnya penggadaan penduduk tersebut dapat dilihat pada table berikut :

Penggadaan Penduduk Dunia

Tahun penggandaan Perkiraan penduduk dunia waktu
800 SM 5 juta –
1650 tahun 500 juta 1500
1830 tahun 1 milyard 180
1930 tahun 2 milyard 100
1975 tahun 4 milyard 45

Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan/Pertambahan penduduk di suatu saerah atau Negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :

1. Kematian (Mortalitas)
2. Kelahiran (Fertilitas)
3. Migrasi

Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.

1. Kematian

ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan dua jenis tingkat kematian saja yakni :

a. Tingkat Kematian Kasar (crude death rate/CDR)

Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus :

D = Jumlah kematian

CDR = jumlah kematian/jumlah penduduk pertengahan th x 1.000

Contoh :

Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :

½ (550 + 650) = 600 orang

apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :

CDR = 12/600 x 1000 = 20

Dari table di atas menunjukkan bahwa CDR Indonesia setingkat dengan India. Untuk pulau jawa mungkin akan terjadi penurunan CDR di masa-masa dating, karena adanya peningkatan standard hidup dan kesehatan.

b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)

Karena tingkat kematian itu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki umur 25 tahun,karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Karena angka ini menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu 1000 penduduk pada kelompok umur yang sama, maka dapat dibuat rumus sebagai berikut :

ASDRi = Di/Pmi x K

Di = Kematian Penduduk Kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K = Konstanta (=1000)

2. Fertilitas (Kelahiran Hidup)

pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :

1) Sulit memperoleh angka statistic lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2) Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
3) makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkina mempunyai anak makin menurun.
4) Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.

ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan :

a. Facundity (kesuburan)

Facundity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.

b. Fertility (fertilitas) Fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksudkan dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung dan sebagainya.

General Fertility Rate (GFR) Angka Kelahiran Umum

GFR adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau antara 15-49 tahun. Jadi untuk menghitung angka kelahiran ini diperlu-kan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur.

Rumus :

GFR = jumlah kelahiran hidup per tahun tertentu/jumlah wanita usia subur pada pertengahan tahun x 1000

Age specific Fertility Rate (ASFR) Tingkat Kelahiran Khusus

ASFR menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun. Ukuran ini lebih baik dari pada ukuran di atas, karena berpengaruh daripada variasi kelompok umur dapat dihilangkan.

jadi kalau ditulisakan dalam bentuk rumus adalah sebagai berikut :

ASFRi = B1/Fmi x K

MIGRASI

Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Migrasi ini adalah merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan.

Langkah-langkah seorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan (areal) lain terlebih dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor-faktor sebagai berikut :

– persediaan sumber alam
– lingkungan sosial budaya
– potensi ekonomi
– alat masa depan

Model kaitan mekanisme migrasi dari lee

0 + 0 – 0 + 0 0 – 0 – 0 + 0 –
0 – 0 + 0 – 0 – – 0 + 0 + -0 +
+ 0 – 0 – – + 0 0 – 0 + 0 – 0 +
0 – – 0 + 0 – 0 0 – 0 – + 0 – +
arah sasaran

+ = attracting (menarik)
0 = nentarl
– = repulsing
= hambatan antara

Dengan adanya intervening Obtacles (rintangan antara) maka timbul dua proses migrasi yakni :

1. Migrasi bertahap
2. Migrasi langsung

Secara garis besar kemampakan migrasi di Indonesia dibagi menjadi dua kemampakan yaitu : urbanisasi dan migrasi intergional atau transmigrasi.

Akibat Migrasi.

a. Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan. Sebagian akibat dari penduduk yang rata-rata masih muda tersebut memungkinkan pertumbuhan penduduk yang pesat di kota, dan bagi pembangunan desanya sedikit banyak akan mempengaruhi kelancaran.

b. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar jawa.

c. Migrasi antar Negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk (immigrasi) hanya ada 0,61% dan migrasi ke luar (emigrasi) hanya sebesar 0,57% per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting hanya dapat untuk mengetahui :

– Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.

– Rasio ketergantungan.

– Jumlah wanita dalam usia subur.

– Jumlah tenaga kerja yang tersedia.

– Berdasarkan tempat tinggal.

– Bentuk piramida bentuk.

Menurut John Clark pertumbuhan penduduk dikatakan cepat bila golongan umur 0-14 tahun lebih dari 40% dari golongan umur 60 tahun dan lebih lama atau kurang dari 10%. Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dapat juga dilihat dari bentuk piramida penduduk. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk piramida yang berbeda-beda pula.

ada tiga jenis struktur penduduk :

1. Piramida penduduk muda

Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Bentuk ini umunya kita jumpai pada Negara-negara yang sedang berkembang. Misalnya : India,brazilia,Indonesia.

BENTUK PIRAMIDA PENDUDUK MUDA

Pria Golongan umur
Wanita

75-

70-74

65-69

60-64

55-59

50-54

45-49

40-44

35-39

30-34

25-29

20-24

15-19

10-14

5-9

0-4

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8

9 10

2. Piramida Stationer

Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sabab tingkat rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini terdapat pada Negara-negara yang maju seperti swedia,belanda,skandinavia.

BENTUK PIRAMIDA PENDUDUK STATIONER

Pria Golongan umur
Wanita

75-

70-74

65-69

60-64

55-59

50-54

45-49

40-44

35-39

30-34

25-29

20-24

15-19

10-14

5-9

0-4

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8

9 10

3. Piramida penduduk tua

Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesan dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bisa kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah jerman,belgia,perancis.

BENTUK PIRAMIDA PENDUDUK TUA

Pria Golongan umur
Wanita

75-

70-74

65-69

60-64

55-59

50-54

45-49

40-44

35-39

30-34

25-29

20-24

15-19

10-14

5-9

0-4

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8

9 10 22

Rasio Ketergantungan (Dependency of ratio)

Dari komposisi penduduk menurut umur dapat dipakai untuk menghitung rasio ketergantungan. Yang dimaksud dengan rasio ketergantungan ialah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%).

Batas golongan umur produktif kerja (aktif ekonomi) masing-masing daerah/Negara berbeda-beda. Sehingga dengan demikian rasio ketergantungan dapat dirumuskan sebagai berikut :

DR = penduduk 0-14 + penduduk 65 ke atas/penduduk 15-64

Jadi makin tinggi jumlah penduduk usia muda dan jompo makin besar rasio ketergantungannya. Artinya beban penduduk pada kelompok umur produktif kerja (aktif ekonomi) untuk dapat menghasilkan barang atau jasa ekonomi bagi golongan umur muda dan jompo adalah tinggi.

Sebagai ukuran rasio ketergantungan adalah sebagai berikut :

DR kurang dari 62,33% adalah baik

DR lebih dari 62,33% jelek

Penggolongan menurut DW Sleumer :

0-14 golongan belum produktif

15-19 golongan kurang produktif penuh

20-54 golongan produktif penuh

55-64 golongan tidak produktif penuh

65 ke atas golongan inproduktif

Penggolongan menurut Sumbarg :

0-15 golongan belum produktif

15-64 golongan produktif

65 ke atas golongan produktif berkurang

Penggolongan menurut Widjojo,Pullerd dan John Clark :

0-14 golongan belum produktif

15-64 golongan produktif

65 ke atas golongan tidak produktif

C.KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA.

1. Zaman Batu sampai Zaman Logam

Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam, sungguh akan berliku-liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi dalam :

– Zaman batu tua (Palaeolithikum)

– Zaman batu muda (Neolithikum)

Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar maupun kecil bersegi-segi itu berasal dari Cina Selatan, menyebar kearah selatan, kehilir sungai-sungai besar sampai ke Semenanjung Malaka. Bersamaan dengan persebaran budaya kapak-kapak batu itu, tersebar pula bahasa Proto Austronesia. Bahasa Proto Austronesia sebagai induk atau cikal bakal bahasa dari bangsa-bangsa yang mendiami pulau-pulau diantara samudra Indonesia & samudra pasifik.

Zaman batu muda (Neolithikum) benar-benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia. Oleh karena itulah mereka mampu membuat aneka ragam senjata berburu dan berperang serta alat-alat lain yang mereka perlukan. Bangsa-bangsa Proto-Austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson diantaranya berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu dari bahan perunggu.

B. KEBUDAYAAN HINDU,BUDHA,DAN ISLAM

1. Kebudayaan Hindu dan Budha.

Pada ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia , khususnya ke pulau Jawa..Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5. Ajaran Budha atau Budhahisme masuk ke Indonesia. Khususnya ke Pulau Jawa. Walaupun demikian , kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Candi Borobudur adalah candi Budha terbesar dan termegah di Asia Tenggara, bahkan tercatat sebagai salah satu bangunan kuno, yang termasuk dalam 10 besar keajaiban dunia.

2. Kebudayaan Islam

Pada abad ke-15 dan ke-16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia. Oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Wali Sanga. Titik sentral penyebaran agama islam pada abad itu berada di pulau jawa. Pada abad ke-15, ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut, berkembanglah Negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahaan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah : Negara Malaka di semenanjung Malaka, Negara Aceh di ujung Pulau Sumatra, Negara Banten di jawa barat, Negara Demak dipesisir utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan.

Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu,agama islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia.

C. KEBUDAYAAN BARAT.

Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan Barat masuk ke Negara tercinta Republik Indonesia ketika kaum kolonialis/penjajah mengedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Dalam kurun waktu itu juga, dikota-kota pusat pemerintahaan , terutama di Jawa,Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial.

1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh.

2. Lapisan sosial kaum pegawai.

Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama Kristen Protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama ( missie untuk agama).

Katolik dan zending untuk agama Kristen yang semuanya bersifat swasta. penyiaran dilakukan terutama didaerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama Hindu,Budha atau Islam. Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya , serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang dating dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Tetapi disesuaikanlah kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.

Kebudayaan dan Kepribadian

Berbagai penelitian Antrophologi Budaya menunjukkan bahwa terdapat korelasi di antara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan, bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.

Setiap masyarakat mempunyai system nilai dan system kaidah sebagai konkretisasi. Nilai dan kaedah berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas. Suatu kaidah, misalnya kaidah hukum memberikan batas-batas pada perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi suatu aturan permainan dalam pergaulan hidup. Sebaliknya segala yang berbeda dari corak kebudayaan mereka mereka, dianggap rendah,aneh,kurang susila, bertentangan dengan kodrat alam dsb.

 
Leave a comment

Posted by on October 26, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: